Ukiyo-e: Budaya Popular Lintas Generasi, dari Prostitusi ke Layar Televisi

Categories GrafisPosted on

Seni sebagai produk budaya sering dianggap lahir dari pemikiran mendalam dan penuh nilai-nilai spiritual. Kenyataannya tidak selalu begitu. Seni ukiyo-e dari Jepang bisa menjadi contoh. Seni ini lahir dan berkembang pertama kali di distrik-distrik prostitusi pada era Edo (1600-1868). Ukiyo-e, secara kata berarti “dunia yang mengambang”, dipopularkan oleh para pedagang yang merupakan golongan kelas bawah pada masa itu. Namun, dalam perkembangannya, seni kelas bawahan ini diterima berbagai tingkat sosial bahkan menjadi inspirasi pemikiran seni global.

Disukai massa, berbiaya produksi rendah, dan punya nilai komersil tinggi. Tiga kriteria yang sering dikaitkan dengan produk-produk hasil budaya popular. Mengacu dari hal tersebut, bisa dibilang ukiyo-e merupakan perintis budaya popular di Jepang. Popularitas ukiyo-e melebar ke berbagai media mulai dari kalender, suvenir, hingga brosur iklan. Namun, seperti kebanyakan budaya popular, tren ukiyo-e meredup. Seni ini kalah bersaing dengan fotografi pada zaman Meiji (1868-1912).

Tak ada seni yang benar-benar mati. Tren selalu berputar dan menyesuaikan diri dengan zaman. Seni Ukiyo-e kembali popular, menyusup melalui subkultur budaya popular di abad modern. Seniman-seniman baru bermunculan mengadaptasi seni ukiyo-e sesuai perkembangan masa kini. Ukiyo-e dikawin silang dengan film, serial televisi, dan video game. Hasilnya? Karya seni penuh fantasi yang mampu mengangkat romantisme klasik dalam kehidupan modern.

Seri ukiyo-e Game of Thrones karya Seiji (klik gambar untuk memperbesar)

kiri-kanan searah jarum jam: Mother of Dragons, Wedding Banquet by the River, dan Jon Snow duels Qhorin Halfhand

kiri-kanan searah jarum jam: The Execution of Eddard Stark, The Red Viper Dueling the Mountain, Battle of the Trident

kiri-kanan: Tyrion at the Eyrie, Bran Stark and Hodor journey north

Seri karakter ukiyo-e karya Takao Nakagawa (klik gambar untuk memperbesar)

kiri-kanan: Yoda, Boba Fett, Darth Vader

kiri-kanan: Astro Boy, Batman, Songoku

Seri ukiyo-e Heroes karya Jed Henry (klik gambar untuk memperbesar)

kiri-kanan: Castlevania, Donkey Kong, Mario Kart

kiri-kanan: Mega Man, Pokemon, Samus

Author: dhani.prima

tukang nonton casual, desainer grafis, dan ilustrator. Star Wars saga, Lord of the Ring trilogy, Forrest Gump, Band of Brothers, Game of Thrones. Ho oh layar lebar, layar kaca sama asiknya kok :p.