Review: The Hangover Part III (2013)

Categories ReviewsPosted on
Featured Video Play Icon

Bad things happen to good movies. Ini sepertinya ungkapan yang tepat untuk menggambarkan apa yang dialami oleh film The Hangover. Diawali dengan sangat bagus pada tahun 2009, The Hangover menuai banyak pujian dan sukses di pasaran. Menawarkan sebuah cerita komedi yang fresh, cerdas, dan unik, film ini sempat mendapat predikat “The Highest Grossing R-rated Comedy of All Time” bahkan mampu mendepak film-film sekuat (500) Days of Summer, Julie and Julia, dan It’s Complicated untuk tampil sebagai pemenang Best Motion Picture – Musical or Comedy pada ajang Golden Globe tahun 2010. Daaan… kesalahan pertama pun terjadi. Hollywood gitu loh, melihat pendapatan film pertama yang mencapai lebih dari $460 juta, maka dapat dipastikan, sekuel pertama film ini pun dibuat. Hingga akhirya muncullah The Hangover Part II (2011) yang ironisnya meskipun mampu menembus angka $580 juta, namun menuai kritik negatif dan memiliki kualitas yang berada jauh di bawah film pendahulunya.

Kini apakah mereka kapok? Oh, tentu tidak. Entahlah, mungkin karena ingin menebus kegagalan, ingin masih terus menambah pundi-pundi dollar, ingin menggenapkan film ini menjadi sebuah trilogi, atau mungkin juga karena sudah terlanjur teken kontrak, maka sekuel kedua yang didapuk sebagai “the epic finale” pun dibuat. Meskipun masih berjudul The Hangover Part III, namun Todd Phillips, yang masih duduk sebagai sutradara dan sekarang merangkap pula sebagai penulis dibantu oleh Craig Mazin, memutuskan untuk tidak mengulangi ‘kemalasan’ plot yang Ia gunakan di film Part II, yaitu menghilangkan plot hangover with a wedding theme. Kali ini Ia mencampurkan genre comedy dengan sentuhan heist-action, serta membawa sebuah plot baru yang lebih fresh, cerdas, dan unik. Umm.. kidding! The plot was lame, dull, and flat. Huh, padahal life kan never flat, ya? (kemudian makan keripik kentang… pake nasi).

Setelah insiden jerapah di jalan tol yang berujung kepada meninggalnya sang ayah (Jeffrey Tambor), Alan (Zach Galifianakis) mau tidak mau harus menerima intervensi teman-temannya, Phill (Bradley Cooper), Stu (Ed Helms), dan Doug (Justin Bartha) untuk kembali melanjutkan perawatannya di fasilitas rehabilitasi di Arizona. The Wolfpack pun akhirnya sekali lagi memulai perjalanan mereka. Namun di tengah perjalanan, mereka disergap oleh Marshall (John Goodman) yang kemudian menyekap Doug dan memaksa yang lainnya untuk menemukan Leslie Chow (Ken Jeong) yang ternyata berhasil melarikan diri dari penjara dan masih menyembunyikan emas batangan hasil curian miliknya. Dengan mengumpankan Alan yang ternyata selama ini berkomunikasi dengan Chow melalui surat, Marshall menuntut mereka untuk mencari Chow beserta emasnya, atau Doug mati.

Feeling kurang enak telah muncul sejak dirilisnya film Part II, saya sering bersugesti bahwa kegagalan sebuah sekuel cenderung untuk diikuti oleh kegagalan sekuel selanjutnya. Dan hal ini lah yang terjadi pada Part III. Hampir seluruh muatan komedi di film ini gagal untuk disampaikan. Bila ada yang berkomentar “Ah, lucu-lucu aja kok!”, iya lah.. namanya juga film komedi. Tapi seharusnya lucu saja tidak cukup untuk film sekelas Hangover. It has to be smart, witty, and unpredictable. Dan film ini bahkan sepertinya terlalu lelah untuk menampilkan itu semua, semacam tak berenergi.

Kurangnya energi ini pun terasa benar terlihat dari akting yang ditampilkan main characters di film ini. Mengingat ini adalah film ketiga, maka urusan chemistry masing-masing pemain sudah tidak usah dikhawatirkan lagi, namun dari segi akting, tidak ada effort lebih dari mereka untuk membangun atmosfir komedinya, mereka bermain aman dan seadanya. Porsi lebih besar kali ini diberikan pada karakter Alan dan Chow, yang menurut saya sih tetap tidak membantu kualitas film ini. Entah kenapa sepertinya Zach Galifianakis cenderung stuck pada satu karakter tertentu. Ya, kalau boleh dibandingkan, karakternya di film ini sebagai Alan tidak terlalu jauh berbeda dari karakter yang Ia tampilkan sebagai Ethan di film Due Date (2010). Chow pun memang telah menjadi bagian penting dalam petualangan The Wolfpack ini, namun memberikan porsi tampil terlalu banyak menurut saya adalah sesuatu yang kurang tepat. Di sini Ia malah terlihat lebih annoying, maksa, dan berlebihan. Saya pikir karakternya justru terlihat lebih kuat ketika Ia diberikan screen time yang tidak terlalu banyak seperti pada dua film terdahulunya.

Yang justru tampil mencuri perhatian adalah salah satu ciri khas yang menjadi kekuatan seri The Hangover, yaitu cameo­-nya yang tidak segan-segan ikut gila-gilaan meramaikan cerita. Tampilnya John Goodman, Melissa McCarthy, Mike Epps, hingga kembalinya Heather Graham yang kali ini terlihat glowing sekali justru berhasil menampilkan karakter yang menyegarkan dan menghibur.

Ada lagi satu ciri khas yang sebenarnya saya sukai dari seri film ini, yaitu keterlibatan hewan sebagai salah satu sub plot menariknya. Harimau di film pertama, dan a drug dealer monkey di film kedua merupakan sebuah scene stealer yang memorable, dan (lagi-lagi) di Part III ini keterlibatan hewannya sangat tidak lucu sama sekali. Saya memang bukan aktivis hewan, toh kutu di rambut saya saja masih sering saya bunuh-bunuhin ko (yakali..!), namun kejadian yang menimpa si jerapah, ayam petarung, dan anjing di film ini sangatlah jauh dari kesan lucu.

So, apparently, this was a very disappointing ‘finale’ to end a trilogy that started with a very good one. Mungkin standar film pertama terlanjur ditempatkan terlalu tinggi hingga susah disamai oleh sekuel-sekuelnya. Ini yang menyebabkan seri ketiga ini jatuh menukik dan tak bisa bangkit lagi, tenggelam dalam lautan luka dalam, tersesat dan tak tahu arah jalan pulaaaaang..! (edia malah nyanyi!) pokoknya film ini… butiran debuuuu… ~

 

Starring :  Bradley Cooper, Ed Helms, Zach Galifianakis, Justin Bartha, Ken Jeong, John Goodman, Melissa McCarthy, Heather Graham, Jeffrey Tambor.
Director :  Todd Phillips
Writers :  Todd Phillips, Craig Mazin
Studio :  Green Hat Films, Legendary Pictures
Genre :  Comedy
Length :  100 min
Release date :  23 May 2013 (USA)
Tagline :  It all ends.
The epic conclusion to the trilogy of mayhem and bad decisions

Author: anjar.gumie

(obviously) into old movies and (ridiculously) loves narrated movies.