Review: Gone Girl (2014)

Categories ReviewsPosted on
Featured Video Play Icon

David Fincher seperti mengolok-ngolok kita dalam Gone Girl. Mengolok persepsi kita lebih tepatnya. Fincher menyusun tafsiran awal di benak kita, memperkuatnya, lalu tiba-tiba memutar-balik persepsi yang sudah terbentuk. Apa yang kita pikir dan rasa setelah menonton Gone Girl persis seperti yang dirasa Nick Dunne (Ben Affleck): “They like me, they dislike me, they hate me, then they love me”.

Persepsi adalah senjata pembunuh massal paling canggih. Jauh melewati level nuklir atau bom biologis. Persepsi gampang dibentuk, diturunkan, dan menyebar seperti virus. Tiga sifat yang membuatnya sangat berbahaya. David Fincher mencoba mengangkat hal tersebut dalam Gone Girl. Kritik David Fincher dalam Gone Girl adalah tentang bagaimana reaksi publik terhadap persepsi yang dibentuk oleh media. Media memang menjadi ujung tombak persepsi. Media mampu mengukir kenyataan-kenyataan dalam pikiran. Penonton, pembaca, pendengar, atau apapun sebutan untuk penikmat media tersebut kemudian menciptakan dunianya berdasarkan persepsi bentukan tersebut.

Protagonis dalam Gone Girl adalah para pelaku media. Nick Dunne sebelumnya adalah seorang penulis di majalah pria. Istrinya, Amy Dunne (Rosamund Pike) lebih kompleks lagi. Amy adalah pelaku sekaligus “korban” media. Amy juga seorang penulis seperti Nick. Namun publik lebih mengenalnya sebagai Amazing Amy, karakter fiktif yang merupakan proyeksi dirinya secara langsung. Karakter tersebut diciptakan oleh Ayah dan Ibu Amy (David Clennon dan Lisa Banes) yang juga seorang penulis. Amazing Amy tumbuh dan berkembang dalam berbagai media dan menjadi pujaan publik. Figur sempurna yang dibutuhkan publik hasil bentukan media.

Saat Amy diberitakan hilang, publikpun geger. Simpati mengalir pada sang suami, Nick Dunne. Media melihat potensi ini sebagai sebuah garapan menggiurkan. Berita, analisa, gosip kemudian dijejalkan ke benak pemirsa. Hasilnya, simpati yang dulu didapat Nick berbalik arah menjadi caci. Kecurigaan kemudian mengarah pada sang suami sebagai pelaku hilangnya Amy.

David Fincher dikenal sebagai seorang visual director. Dia mampu menciptakan drama dan tensi melalui potongan gambar/adegan yang terlihat remeh. Hal tersebut juga dilakukannya dalam Gone Girl. Melalui media film ini, David Fincher berusaha mengonstruksi persepsi kita. Perspektif percaya-curiga terhadap dunia dan karakter dalam Gone Girl dirangkai melalui penyusunan gambar-gambar. Mayoritas pengambilan gambar dalam Gone Girl menggunakan tripod, stabilizer, dan sejenisnya. Ciri khas David Fincher. Hasilnya, sebuah visual yang terlihat tenang dan misterius. Potongan gambar pada pembuka film Gone Girl dibangun Fincher untuk membentuk persepsi awal penonton. Potongan gambar yang menunjukkan latar peristiwa disajikan dingin dengan komposisi yang sangat rapi dan terukur. Namun yang lebih penting diperhatikan adalah proses peralihan antar gambar tersebut. Kebanyakan film melakukan establishing shot dengan durasi yang sedikit lama. Pengambilan gambar dibuat senyaman mungkin agar penonton merasa berada di dunia yang sedang dibangun. Gone Girl melakukannya sedikit berbeda. Establishing shot pada pembuka film dilakukan dengan peralihan antar gambar berdurasi sedikit cepat. Saat penonton mulai merasa sedikit nyaman dengan potongan gambar latar, David Fincher beralih cepat ke potongan gambar latar lain. Saat penonton mulai merasa kenal dengan potongan gambar latar lain ini, Fincher secara cepat juga mengalihkannya ke potongan gambar yang lain lagi. Begitu selanjutnya. Pemotongan gambar yang terasa gelisah ini juga diterapkan saat pengambilan gambar dan adegan pada karakter Nick Dunne. Secara tak sadar, hal ini membuat penonton merasa kenal-tak kenal dengan dunia dan karakter yang dibangun. Penonton merasa ada sesuatu yang disembunyikan. Lebih tepatnya merasa ada sesuatu yang sedang disembunyikan Nick Dunne. Beginilah bangunan persepsi awal yang David Fincher tanamkan ke pikiran penonton terhadap karakter tersebut. Persepsi yang kemudian dijungkir-balikkan pada setengah akhir durasi film.

Kritik terhadap persepsi bentukan media dan reaksi pemirsa ini sangat kental dalam Gone Girl. Sayangnya, dengan gaya penyampaian yang terasa “mengada-ada” membuat pesan tersebut sedikit tenggelam. Bagaimana figur sempurna Amazing Amy dibentuk media dan dipersepsi publik, bagaimana Amy belajar “cara-cara kotor” menghilangkan jejak melalui buku dan video, bagaimana The Bar milik Nick menjadi lokasi foto selfie setelah kasusnya ramai diberitakan, bagaimana Nick bersama pengacaranya Tanner Bold (Tyler Perry) membentuk opini publik terhadap dirinya, bagaimana Amy dan Nick berakting tentang pernikahan mereka di depan pemirsa, adalah kumpulan kritik langsung terhadap media dan reaksi publik. Semua hal tersebut menjadi tidak lebih penting saat David Fincher berkutat soal prosedural penyelidikan dan kegagalan pernikahan. Tapi, bisa jadi hal-hal tersebut adalah cara David Fincher mengritik tanpa membuatnya menjadi terlalu membosankan dan terlihat menggerutu. Tanpa itu semua mungkin kita semua akan cepat merasa bosan dan melewatkan tontonan ini. Bisa jadi juga itu hanya olok-olokkan untuk kita mengingat tone film Gone Girl yang sedikit komikal. Atau mungkin juga ini hanya soal pertanyaan siapa yang seharusnya disalahkan: istri yang marah diselingkuhi atau suami insecure yang bosan dibawah tekanan. Gone Girl adalah kumpulan interpretasi dan butuh pertanyaan lanjutan. Pertanyaan-pertanyaan yang membuat kita ingin membuka isi kepala David Fincher setelah menonton Gone Girl.

What are you thinking, David? How are you feeling? Who are you? What have you done to our mind?

 

Starring: Ben Affleck, Rosamund Pike, Carrie Coon, Kim Dickens, Patrick Fugit, Tyler Perry, Neil Patrick Harris
Director: David Fincher
Screenwriter: Gillian Flynn
Producer: Ceán Chaffin, Jim Davidson, Leslie Dixon, Joshua Donen, Arnon Milchan, Bruna Papandrea, Reese Witherspoon
Cinematograph: Jeff Cronenweth
Editing: Kirk Baxter
Music: Trent Reznor, Atticus Ross
Studio: Twentieth Century Fox Film Corporation, Regency Enterprises, TSG Entertainment
Genre: Drama, Misteri, Thriller
Length: 149 min
Release: 3 Oktober 2014 (US)
Tagline: “You don’t know what you’ve got ’til it’s… “

Author: dhani.prima

tukang nonton casual, desainer grafis, dan ilustrator. Star Wars saga, Lord of the Ring trilogy, Forrest Gump, Band of Brothers, Game of Thrones. Ho oh layar lebar, layar kaca sama asiknya kok :p.