Reviews Fast and Furious 6 banner

Published on June 1st, 2013 | by anjar.gumie

0

Review: Fast and Furious 6 (2013)

Review: Fast and Furious 6 (2013) anjar.gumie
Cast
Storyline
Ending

Summary: It's just another fun and entertaining summer movies, that's all. Tapi seri Fast and Furious ini semakin menarik untuk diikuti.

3.3

Fasten your seatbelt!


User Rating: 3 (1 votes)

Kencangkan sabuk pengaman kalian, guys! Karena franchise film Fast and Furious mulai saat ini akan melaju semakin kencang. Tidak menyangka bahwa seri film ini kan menjadi semenarik ini adalah pengakuan yang harus saya akui setelah menonton Fast and Furious 6 ini. Saya mulai kehilangan minat terhadap seri film ini sejak jilid ketiga nya, Tokyo Drift. Kehilangan para pemeran utama, menyerahkan kendali film pada aktor yang kurang terkenal, dan cerita yang biasa-biasa saja membuat saya berfikir bahwa film ini akan berakhir umurnya pada saat itu juga. Namun untunglah muncul film keempat nya yang berhasil mengumpulkan semua jajaran inti personilnya, meskipun kualitas yang disuguhkan tidak terlalu spesial, tapi akhirnya di film kelima nya, seri ini mulai menunjukkan kekuatan dan kematangannya. Justin Lin akhirnya melakukan sebuah improvement yang membawa seri ini menuju sebuah level baru yang lebih segar yang tidak hanya berkisar tentang cerita ‘kebut-kebutan’ belaka. Hasilnya, Fast Five terbukti sukses dari segi kualitas dan juga pendapatan box office.

Lalu apa yang terjadi dengan seri keenam nya ini? Hmm.. Let’s see.

Setelah meninggalkan kita dengan adegan seret-seretan brankas di jalan kota Rio De Janeiro, film keenam ini diawali oleh adegan kebut-kebutan Dom-Brian dan James Bond. (Hah? Ngga deng. Abisnya setting tempatnya mirip banget sama opening scene Quantum of Solace :p). Jadi, Dominic Toretto (Vin Diesel) beserta kawanannya sekarang mulai menikmati hidup dan kekayaan mereka yang melimpah ruah. Ia cukup bahagia dengan hubungannya bersama Elena Neves (Elsa Pataky), sedangkan Brian O’Conner (Paul Walker) sedang menanti kelahiran buah cinta nya dengan Mia Toretto (Jordana Brewster), Han (Sung Kang) mulai menjalin hubungan serius dengan Gisele (Gal Gadot) di Hong Kong, Tej (Ludacris) sibuk bermain Robin Hood, dan Roman (Tyrese Gibson) mendapatkan apa yang Ia impikan selama ini, riches and bitches, sedangkan saya… masih harus tetap bayar kost-an dan cicilan motor tiap bulan. Umm… *kemudian hening* ah, sudah lah. Lanjut…

Kemudian pada suatu hari, layaknya seorang ninja berbadan traktor, Hobbs (Dwayne Johnson) muncul tiba-tiba di hadapan Dom meminta bantuan dirinya dan tim untuk menangkap Owen Shaw (Luke Evans) seorang penjahat mantan British Special Forces yang telah melakukan berbagai perampokan besar terorganisir berskala internasional. Hobbs pun membawa kabar lain mengenai kemungkinan masih hidupnya Letty (Michelle Rodriguez) yang sekarang justru malah bekerja sebagai kaki tangan Shaw. Tim pun sekali lagi dikumpulkan, bersama-sama mereka patungan bayarin cicilan motor saya, eh.. maksudnya bersama-sama mereka berusaha mempersatukan lagi keluarga mereka dan sekaligus membekuk aksi Shaw bersama komplotannya.

First, mari kita akui, bahwa Fast and Furious adalah sebuah summer action flick, sebuah popcorn movie yang tidak memerlukan logika dan nalar berlebihan dalam menikmatinya. Setiap konflik, aksi, sub plot, atau twist yang diselipkannya memang mengundang banyak pertanyaan dan menciptakan plot holes di sana-sini. Akting pun tak usah dicari celahnya, toh memang bukan ini jualan mereka. Jadi mari kita telan bulat-bulat hal tersebut dan tonton film ini sebagaimana layaknya sebuah summer movies harus dinikmati.

Kunci film ini terletak di tangan sutradaranya, Justin Lin dan juga naskah yang ditulis oleh Chris Morgan. Lin mampu menghadirkan adegan-adegan yang mengesankan, Ia menghadirkan kembali adegan kebut-kebutan yang menegangkan, dibalut dengan penambahan fighting scene, actions, and explosions yang tak kalah seru. Benang merah cerdik yang dirajut Morgan dari film-film terdahulunya merupakan poin yang segar dan menarik. Meskipun begitu, durasi film ini agak terlalu lama menurut saya, bukan berati saya complain, tapi pada paruh-paruh tertentu, cerita menjadi terlihat bertele-tele. Dua adegan ending yang spektakuler (meskipun buat saya pribadi terlihat sedikit konyol) memang mampu tampil mengesankan dan menghibur. Sisipan plot romansa yang antara Han-Gisele yang terasa kurang mulus berhasil diselamatkan oleh tandem komedi Roman-Tej. Karakter Shaw sebagai villain di film ini, meskipun keren, namun penggambaran karakter dan motivasinya terlihat begitu dangkal, ini pula yang membuat cerita di film ini tidak sekuat film sebelumnya.

Para pengikut seri film ini akan menyukai Furious 6. Meskipun bagi sebagian penonton baru, akan sedikit kebingungan dengan timeline cerita dan berjejalannya karakter di dunia Fast and Furious ini. Konsep cerita tim vs. tim merupakan elemen yang sangat menarik. Mungkin ini adalah konsep villain terkeren yang pernah dimiliki oleh seri film ini. Adegan perkelahian pun lebih banyak dan lebih seru, baik itu catfight antara Riley (Gina Carano) dengan Letty, maupun cast-cast lainnya.

Lalu apa peran aktor kebanggaan Indonesia, Joe Taslim di film ini? Well, it’s quite interesting. Karakter Jah sebagai salah satu komplotan Shaw di film ini cukup besar dan menonjol dibanding beberapa anggota komplotan Shaw lainnya. Meskipun minim dialog, tapi Ia memiliki fighting scene yang keren. Meskipun begitu, ada dua hal yang saya bingung dari si Jah ini. Pertama, agak dipaksakannya dialog berbahasa Indonesia yang Ia gunakan kepada teman Rusia nya (oke, mari kita anggap saja si teman Rusia nya ini lama tinggal di Depok, jadi ngerti perintah ‘Hantam mereka!’) dan kedua, atulah.. kenapa namanya harus Jah? Salah-salah nanti orang ngira nama panjangnya Jahanam, atau malah lebih parah lagi, Jah Ilahmasbroh. Kan repot  -_________-“

Baiklah, sebelum ditimpukin fansnya Joe Taslim, kita simpulkan saja Fast and Furious 6 ini dalam 6 kata juga, yaitu: bayarin-cicilan-motor-dong-oom-Dom. (terus dijawab sama Vin Diesel: Jah Ilahmasbrooooh..!). haha. Serius nih ah, jadi Furious 6 ini ya.. ternyata yaa.. tipikal summer blockbuster movies lah, fun-entertaining-mindless movie, sebuah film yang menyenangkan, menghibur, dan ga usah cape-cape mikir. (asa sama ajaaaa penjelasannya!). Tidak sesegar yang ditawarkan Fast Five, tapi tetap layak untuk diikuti. Mari kita berharap seri ketujuhnya nanti, yang akan di handle oleh James Wan (Saw, Insidious), mampu menaikkan lagi tensi dan levelnya.

Akhir kata, mari kita tutup ulasan ini dengan mengucap: “Anjritt.. itu ada siapa di post-credit sequence nya?”  (makin ngumpul aja nih yang botak-botak).

Starring :  Vin Diesel, Paul Walker, Dwayne Johnson, Jordana Brewster, Michelle Rodriguez, Tyrese Gibson, Ludacris, Sung Kang, Gal Gadot, Luke Evans, Joe Taslim
Director :  Justin Lin
Writers :  Chris Morgan
Studio :  Universal Pictures, Original Film, Etalon Film
Genre :  Action, Crime, Thriller
Length :  130 min
Release date :  24 May 2013 (USA)
Tagline :  All roads lead to this.

Tags: , , , , , , , , ,


About the Author

(obviously) into old movies and (ridiculously) loves narrated movies.



Back to Top ↑