Film Pendek I Love Sarah Jane

Format VideoCategories ShortPosted on
Featured Video Play Icon

Rhoma Irama dalam Darah Muda menggambarkan dengan baik energi tak terbendung yang dialami remaja saat proses transisi dari kanak-kanak menuju dewasa. “Masa muda masa yang berapi-api, yang maunya menang sendiri”, potongan bait dalam lagu itu. Energi yang berapi-api dari masa remaja ini bisa berwujud pada praktek bullying, berkelahi, berlagak seperti orang dewasa, kemarahan pada orang tua, dan tentu saja, jatuh cinta.

Film sebagai budaya popular juga telah banyak menggambarkan proses coming-of-age tersebut. Wujud pendekatannya juga masih pada hal-hal yang sama seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Dalam film pendek I Love Sarah Jane, sutradara dan penulis naskah Spencer Susser menganalogikan proses pendewasaan tersebut sebagai sebuah dunia post-apocalyptic. Sebuah dunia kacau balau tanpa panduan orang dewasa dengan remaja tanggung ini hidup dan membentuk norma-norma sesuai kebutuhan mereka sendiri. Analogi dunia pasca kiamat sebagai proses pendewasaan didukung efek khusus di atas rata-rata film pendek kebanyakan membuat film pendek I Love Sarah Jane sangat menarik untuk ditonton.

I Love Sarah Jane (2008)
Director: Spencer Susser
Screenwriter: Spencer Susser & David Michod
Starring: Mia Wasikowska, Brad Ashby, Beau South, Vladimir Matovic, and Peter Yacoub.

Author: dhani.prima

tukang nonton casual, desainer grafis, dan ilustrator. Star Wars saga, Lord of the Ring trilogy, Forrest Gump, Band of Brothers, Game of Thrones. Ho oh layar lebar, layar kaca sama asiknya kok :p.