Fan Theory: Kenapa Karakter dalam Doraemon Tak Pernah Bertambah Tua

Categories FandomPosted on

“The sun is the same in a different way, but you’re older..”

– Pink Floyd, “Time”, from the album “The Dark Side of the Moon” (1973)

Doraemon telah dikenal oleh orang Indonesia setidaknya saat ditayangkan oleh RCTI sekitar tahun 1989. Namun, asal-mula sebenarnya, Doraemon terbit lewat manga (komik) karya alm. Fujiko F. Fujio sejak 1960-an.

Seperti kebanyakan tayangan fiksi, Beberapa orang takkan terlalu peduli pada hal itu, seperti halnya James Bond yang tak pernah bertambah tua (walaupun ada fan theory sendiri mengenai hal itu, bahwa James Bond hanyalah nama kode, bukan nama asli). Beberapa orang lain juga mungkin akan menggunakan teori dunia paralel, seperti halnya dunia komik Marvel dan DC yang terdiri dari sangat banyak dunia paralel. Namun di sini gue akan mencoba memberikan sebuah teori yang diharapkan bisa menjawab fenomena tersebut:

Dalam sebuah episode Doraemon yang ditayangkan RCTI beberapa minggu lalu (yang jelas-jelas terinspirasi film Cast Away-nya Tom Hanks), dikisahkan Nobita tidak sengaja terdampar di sebuah pulau terpencil selama 10 tahun. Setelah bertahan hidup selama 10 tahun di pulau tersebut, menjadi gondrong dan brewokan (yang akan bikin Tom Hanks keselek kalo liatnya pas minum), Nobita akhirnya menemukan alat pemancar sinyal milik Doraemon yang dapat memanggil robot kucing tersebut. Doraemon pun membawa Nobita pulang.

~Sedikit info dulu, serial TV Doraemon yang tayang di RCTI belakangan memang seringkali lebih serius dalam pengambilan tema-temanya, atau kalo bahasa sekarangnya, “Nolan-ish”.~

Sebelum melengkapi teori ini, bagi kamu yang menebak bahwa selama ini Doraemon hanya mengandalkan mesin waktu agar para karakter di dunia Doraemon tidak bertambah tua, ada satu hal yang kurang: di episode “Cast Away” tadi, ketika Nobita pulang dan menggunakan mesin waktu untuk mundur 10 tahun ke belakang (atau masuk ke dunia paralel yang mirip dengan dunia Nobita 10 tahun lalu), dia masih tetap berumur 20 tahun. Di sini alat Doraemon lain bekerja, selimut waktu. Menggunakan selimut waktu, Doraemon menyulap Nobita agar dapat menjadi muda lagi seperti sebelum terdampar di pulau. Phew, dan kita lupa bahwa dalam cerita asal-usulnya, Doraemon adalah robot yang paling cacat di antara robot-robot lain dari pabrik yang sama.

Jadi, apa simpulan dari teori yang gue ajukan ini?

Bahwa setiap tahun, Doraemon dan Nobita menggunakan mesin waktu dan selimut waktu agar tidak pernah bertambah tua (itulah sebabnya mengapa Nobita selalu saja seorang siswa kelas 4 SD). Dengan sekian banyak alat sakti milik Doraemon, seharusnya teori semacam ini sudah berlalu-lalang di internet, namun somehow hampir tak pernah gue temukan. Mungkin karena alat selimut waktu dan mesin waktu tak selalu digunakan secara bersamaan (kecuali dalam film Stand by Me, Doraemon (2014)), sehingga ga banyak yang ngeh. Atau mungkin karena Doraemon belum cukup masif dikenal dalam budaya populer Barat. Berdasarkan sebuah artikel yang gue baca di internet, budaya populer Barat cenderung kurang menyukai tokoh yang kurang mandiri seperti Nobita.

Satu hal lagi, kalau Doraemon dan Nobita menggunakan mesin waktu setiap tahunnya, maka kenapa sampai sekarang ceritanya selalu ada yang baru, bukannya berulang? Ada 2 kemungkinan: Pertama, dunia-dunia paralel yang mereka kunjungi adalah dunia yang memang sejarahnya berbeda. Kedua, dunia-dunia paralel yang mereka datangi memiliki sejarah yang serupa, namun mengalami perbedaan karena mereka melakukan hal yang berbeda setiap tahunnya, sebagai akibat dari “butterfly effect”. Dalam ilmu matematika dan fisika, “butterfly effect” merupakan sebuah fenomena dalam cabang ilmu “chaos theory” (yang dipelajari tokoh Dr. Ian Malcolm dari Jurassic Park (1993)) di mana perubahan kecil pada sebuah sistem dapat memicu serangkaian perubahan besar dalam jangka panjang. Walaupun tidak sepenuhnya ilmiah, namun film A Sound of Thunder (2005) memberikan sebuah contoh: akibat seekor kupu-kupu yang mati terinjak oleh para turis waktu dari masa depan, dunia paralel yang didatangi para turis waktu tersebut mengalami perubahan di mana manusia berubah menjadi campuran antara primata dan ikan lele (?!)

Fyuh. Semoga teori ini dapat membuat para penggemar Doraemon bisa tidur dengan lebih tenang ;).

Dan selanjutnya, teori apa lagi yang akan gue ambil ya..?

Reza Firmansyah

Author: Reza Firmansyah

Mathematician. Doyan film dan musik sejak balita. Calon scriptwriter. Punya 3 'pahlawan' di dunia perfilman: Stanley Kubrick, James Cameron, dan Christopher Nolan.