(An Ideal) Marvel Cinematic Universe

Categories FandomPosted on

Divided we fall.”

– tagline for Captain America: Civil War (2016)

Whether you’re a Marvel fan, DC fan, or both, harus diakui kalo DC Cinematic Universe (DCCU) belum bisa mengungguli popularitas Marvel Cinematic Universe (MCU), padahal ‘cuma’ ketinggalan 5 tahun (antara Iron Man-nya MCU di tahun 2008 dengan Man of Steel-nya DCCU di tahun 2013). Belum lagi kalo mempertimbangkan bahwa film kedua DCCU, Dawn of Justice, juga baru nongol tahun depan, yang bikin DCCU tambah ketinggalan jauh.

Tapi, ada satu hal yang setidaknya bisa dibanggakan oleh DCCU yang saat ini ga dimiliki MCU. Apa itu? Studio film pemegang haknya DCCU hanya satu, yaitu Warner Bros. Sedangkan MCU? Walaupun dipegang Marvel Studios, tapi sebenernya ada beberapa studio film lain yang juga memegang hak cipta untuk memfilmkan tokoh-tokoh Marvel, most notably 20th Century Fox dengan X-Men dan Fantastic 4, serta Sony Pictures dengan Spider-Man.

Yang bikin masalah jadi nambah ribet, nampaknya Fox dan Sony juga pengen mengembangkan cinematic universe atas tokoh-tokoh Marvel yang mereka pegang copyright-nya. Ini bisa dilihat dari Fox yang akan merilis film Deadpool (sungkem dulu ah, Mbah Wilson) dan Gambit pada tahun depan, di mana ternyata Deadpool dan Gambit akan berada dalam universe X-Men yang sama. Sedangkan Sony, umm… mereka pengen juga sih, tapi melihat pencapaian The Amazing Spider-Man 1 & 2 kemarin yang katanya agak -wait for it- mediocre (pake suaranya Immortan Joe), jadilah Sony memutuskan untuk meminjamkan sementara hak cipta Spider-Man kepada Marvel Studios agar Spidey bisa nongol di MCU. Yeay… 😀

Atau gak usah jauh-jauh, di tahun 2014 dan 2015 ini kita melihat 2 tokoh Quicksilver di 2 franchise Marvel yang berbeda: Peter Maximoff versi X-Men: Days of Future Past (2014) dan Peter Maximoff versi Avengers: Age of Ultron (2015). Walaupun seharusnya Quicksilver dipegang haknya oleh Fox, namun karena MCU juga pengen punya si Maximoff Twins, akhirnya Fox dan Marvel bikin kesepakatan: masing-masing ga ada yang menyebutkan mereka keturunannya Magneto (bahkan di X-Men sendiri), serta Quicksilver dan Scarlet Witch versi MCU pun bukan mutant namun hasil eksperimennya HYDRA.

SPOILER ALERT!

Walaupun akhirnya Quicksilver versi MCU pun cuma kepake di 1 film, mungkin biar Fox bisa terus pake. Tapi putusan ini sebenarnya bikin Age of Ultron lebih greget, karena kalo sampe Quicksilver manggil bapaknya, i.e. Magneto, mungkin separuh akhir film Age of Ultron isinya cuma Avengers dan S.H.I.E.L.D. makan shawarma di Helicarrier sambil ngeliat Magneto membasmi Ultron dan tentara-tentaranya sendirian. SENDIRIAN.

Back to topic.

Mau gak mau, beberapa orang pun menyuarakan pendapat mereka mengenai masalah yang dimiliki Marvel ini. Sebagian menganggap bahwa sebaiknya Fox dan Sony nyerahin aja X-Men dan F4 (Fantastic 4 yaaa, bukan Flower 4. Ini bukan film Taiwan soalnya) serta Spidey (dan musuh-musuhnya) ke Marvel Studios supaya bisa digabung ke MCU. Sebagian lain menolak ide tersebut, dengan dasar bahwa MCU udah terlalu banyak karakter tanpa harus ditambah X-Men, F4, Spidey, dkk.

Well, bagaimana menurut gue?

Gue mencoba mengambil jalan tengah: sebaiknya memang X-Men, F4, Spidey, dkk. diserahkan aja ke Marvel Studios biar gampang ngurusnya. Tapi masalah mereka (particularly X-Men) mau dimasukkin ke MCU atau malah bikin cinematic universe baru, itu terserah Marvel. Yang penting, seluruh karakter Marvel hak ciptanya dipegang Marvel Studios sendiri.

So, terlepas dari apakah ide tadi akan diwujudkan Marvel dalam waktu dekat, dapatkah DCCU nanti bisa menyaingi MCU?

Kita tunggu aja. 😉

Reza Firmansyah

Author: Reza Firmansyah

Mathematician. Doyan film dan musik sejak balita. Calon scriptwriter. Punya 3 'pahlawan' di dunia perfilman: Stanley Kubrick, James Cameron, dan Christopher Nolan.